Tampilkan postingan dengan label capoeira indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label capoeira indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 15, 2009

Mestre Moraes


Pedro Moraes Trindade, yang umum dikenal sebagai Mestre Moraes, (lahir 9 Februari, 1950 di Ilha de Mare di Salvador, Brasil) adalah pemimpin Capoeira. Moraes itu mulai pelatihan Capoeira de Angola pada usia delapan. Ayahnya juga seorang Capoeirista, atau dari praktisi Capoeira Angola. Pada saat ia mulai belajar Capoeira di tahun 1950-an, ia berlatih di akademi milikVicente Ferreira Pastinha. Namun, pada saat Pastinha telah buta dan tidak lagi mengajar di kelas, Akademi dijalankan oleh siswa dari Pastinha João Grande and João Pequeno, yang mengajar kelas. Dia menyatakan bahwa dia benar-benar siswa dari João Grande karena Moraes muda dibuat terkesan dan terinspirasi dengan cara yang João Grande mainkan.

Di tahun 1970, saat Brazil mencari dan mempekerjakan orang untuk kepentingan militer, dia meninggalkan Salvador ke Rio de Janeiro, di mana dia tinggal selama dua belas tahun. Untuk melestarikan dan mewariskan ajarannya, ia mendirikan Grupo Capoeira angola Pelourinho (GCAP) pada tahun 1980, dan dua tahun kemudian ia dipindahkan pada organisasi lamanya di Salvador. Tujuannya adalah untuk mengembalikan Capoeira kepada dasar falsafah dan Afrika, khususnya akar Angola, dan berpaling dari yang lebih mementingkan komersial dan beladiri. Moraes memiliki gaya Capoeira Angola yang kuat, dan percaya bahwa sumber Capoeira adalah n'golo, atau ' tari zebra ', sebuah upacara yang dilakukan oleh para orang angola dalam memerangi penjajah di barat daya Afrika.

Dia menonjolkan capoeira dalam gaya musik, dan ditetapkan dengan dasar ansambel instrumental, dan mewajibkan anggota GCAP pandai dalam semua aspek Capoeira Angola termasuk musik.

Moraes has stated his idea of capoeira Angola's basic philosophy: "The capoeira ring, whose goemetric form facilitates the propagation of energy, is one of the symbolic representations of the 'macro' world. The movements we make inside this ring symbolise the adversities we encounter in life, which we often don't know how to deal with. In the game of life, our opponents, in most cases, know nothing of capoeira, but have movements peculiar to their own game, which we should be able to interpret and understand in their context, taking the capoeira ring as a point of reference. Playing in the ring, we succeed in establishing a fusion between playful elements and respect for the other person. But the ring isn't reality: the world is. If we win in this ring, we can take the other one too!"

Moraes tinggal di Salvador, Bahia, dimana ia membagi waktu antara mengajar bahasa Inggris dan Portugis di sekolah umum, dan mengarahkan GCAP yang sekarang ada lebih dari satu proyek budaya. Dan menampung anak-anak yang kurang mampu untuk berkehidupan yang lebih baik.

Dia adalah guru dari Cinézio Feliciano Peçanha. Yang mana terjadi perpecahan antara mereka di tahun 1990-an atas perbedaan filosofis.

Read More......

Kamis, Mei 14, 2009

Dimanakah website resmi CDO indonesia?


Sebagai seorang capoeirista yang baik, asep ingin mempunyai petunjuk :y yang benar untuk bercapoeira. sebagai seorang anggota Vadiar Capoeira Indonesia, kita butuh donk referensi tentang bercapoeira untuk grupo kita :t . nah yang menjadi masalah, website yang telah lama ditunggu-tunggunya itu tidak kunjung selesai... setiap asep berkunjung ke www.cdoindonesia.com selalu disambut dengan tilisan tak karuan dan keterangan "under construction" :x . sebenaranya kapan situs resmi CDO Indonesia selesai? kapan asep bisa mendapatkan petunjuk yang benar dalam ber-CDO? :c .
kepada yang mengurus pembuatan website cdoindonesia(dot)com cepetan donk diselesaikan websitenya... :y .
supaya kita semua dapat menikmatinya dan nama cordao de ouro kebanggaan kita dapat ditemukan di google dengan berbahasa Indonesia. Selama ini kan cuma bahasa Inggris, mending kalo yang lain ngerti, kalo nggak kan kasian :r .

cepet diselesaikan ya....
:y :y :y :y :y :y :y

Read More......

Gerakan dalam Capoeira

Ada banyak sekali gerakan dalam capoeira. bahkan saking banyaknya menjadi tak terhitung. :d silahkan hitung sendiri kalo bisa. belum lagi jumlah variasi gerakan dari grupo grupo yang berbeda...bikin pusing deh :# . berikut adalah sebuah website iseng yang menampilkan gerakan-gerakan dasar dari capoeira. silahkan kilik eh klik aja dan lihat sendiri. gerakannya cukup banyak, meskipun ada beberapa gerakan yang agak berbeda. hal ini disebabkan karena perbedaan grupo yang akhirnya menyebabkan sedikit variasi dari gerakan-gerakan tersebut. Tapi walaupun begitu, kita masih bisa menjadikannya sebagai bahan acuan untuk perbendaharaan gerakan capoeira kita.
selamat belajar dan semoga bermanfaat untuk para capoeirista. :L
peringatan gerakan ini cuma sebagai acuan dalam mengenal gerakan dasar dari capoeira. jangan sekali-kali meniru gerakan di sini tanpa adanya pengawas atau guru. bisa mbahaya... :c

KLIK DISINI

Read More......

Selasa, Mei 12, 2009

espirro mirim, genius from Fortaleza


Marcos Antonio Lopes de Sousa dilahirkan pada tahun 1964, Fortaleza, Brazil. Dia mulai berlatih Capoeira pada tahun 1979 dengan Mestre Everaldo di Fortaleza, dimana pada tahun 1981 ia terpilih menjadi capoerista terbaik di daerahnya. Pada tahun 1984 ia memutuskan untuk pindah ke São Paulo untuk berlatih dengan Mestre Suassuna. Dia diberikan pangkat Mestre (lulusan pertama) pada tahun 1991. Sejak saat itu dia telah melakukan perjalanan di seluruh dunia, mengunjungi berbagai kelompok dan mendirikan Cordão de Ouro di beberapa negara. Saat ini ia tinggal di Belanda ia mengajar kelompok di sana.


Read More......

Jumat, Mei 08, 2009

Jogo, arena berlatih para capoeiristas


Capoeira adalah bentuk seni yang terdiri dari gerakan, musik, dan unsur-unsur filsafat praktis. Salah satu inti dari Capoeira adalah 'jogo' atau permainan fisik yang disebut Jogo de Capoeira (permainan Capoeira) atau cukup disebut Jogo. Selama ini menjadi ritual pertarungan, dua capoeiristas (pemain dari Capoeira) saling bergantian menyerang dan bertahan dalam arus konstan sambil belajar dan tata cara yang benar tentang capoeira.

Jogo adalah permainan yang dilakukan oleh para capoeiristas untuk melatih gerakan capoeira, jogo dilakukan di dalam roda (baca:hoda). Hoda adalah sebuah lingkaran yang dibentuk oleh para capoeiristas untuk menjadi pembatas arena pertarungan para capoeristas yang akan bermain. Pada zaman dahulu roda ini berfungsi untuk menghalangi pandangan dari luar tentang apa yang mereka lakukan di dalam lingkaran tersebut (waktu para budak berencana untuk memberontak untuk menghalangi pandangan para penjaga). Bahkan roda menjadi suatu arena untuk membuktikan siapa yang lebih jago antara capoeiristas. Dahulu, banyak capoeiristas yang tewas saat bertarung dalam roda.

Roda capoeira terdiri atas orang-orang yang berbaris membentuk lingkaran dan di salah satu sisinya terdapa para pemusik yang memainkan alat-alat musik capoeira.

Kedua pemain berusaha untuk mengontrol ruang dan membingungkan lawan dengan tipu daya gerakan. Selama Jogo, capoeiristas mencari kekuatan dan kelemahan diri dan musuhnya, dan memanfaatkannya. Memang terkadang terasa lelah dan membosankan.Tetapi walaupun begitu jogo ini penting untuk proses ekspresi pribadi, refleksi diri dan pertumbuhan. Jogo juga merupakan refleksi diri seseorang di dalam kehidupan secara luas.

Kecepatan dan karakter dari Jogo biasanya ditentukan oleh berbagai rhythms dari berimbau, satu-tali busur, yang dianggap sebagai simbol utama dari bentuk seni ini. Berimbau adalah yang dilengkapi dengan pandeiro (rebana), atabaque (drum), agogo (double bell), dan reco-reco (semacam tabung dari anyaman bamboo yang di dalamnya berisi kerikil kecil) untuk membentuk sebuah simponi. Musik memberikan inspirasi dan memberi nuansa mistis. Sementara bernyanyi bersama dalam seperti sebuah dialog antara capoeiristas yang di luar dan didalam lingkaran.

Read More......

Kamis, Mei 07, 2009

Father of capoeira Regional_^BIMBA^

Putra Luiz Machado Cândido dan Maria Martinha bernama Manuel dos Reis Machado lebih dikenal sebagai Mestre Bimba (November 23, 1900 - February 15, 1974) lahir di "Bairro do Engenho Velho" di Salvador, Brazil. Nama panggilan "Bimba" muncul karena adanya perdebatan antara ibunya dan bidan selama kelahiran. ibunya bertaruh bahwa yang akan lahir adalah seorang gadis dan bidan bertaruh bahwa yang lahir akan laki-laki. Setelah ia dilahirkan, bidan mengatakan ...it's a boy, look at his "bimba" (organ seksual laki-laki).

Dia mulai belajar Capoeira saat ia 12 tahun, dengan capitão da Companhia Baiana de Navegação (Navigasi Captain) dari Estrada das Boiadas (sekarang bairro da Liberdade) di Salvador bernama Bentinho, walaupun, pada masa itu, Capoeira itu masih merupaka olahraga terlarang. Suatau saat nanti ia akan dikenal sebagai salah satu legenda capoeira yang mengembangkan Capoeira kontemporer yaitu Regional. Yang lain akan Mestre Pastinha, ayah dari Capoeira Angola.
Pada usia 18 tahun, Bimba merasa bahwa Capoeira telah kehilangan identitasnya sebagai seni beladiri dan perlawanan, menjadi kesenian semata. Dan gerakannya dibatasi menjadi hanya sembilan gerakan. Saat itu, Bimba yang mulai mengambil gerakan dari Capoeira fights asli dan ditambahkan gerakan bertarung lain dari Afrika yang disebut Batuque (sejenis kuncian dan pittingan)yang ia pelajari sendiri dari ayahnya (yang seorang juara), serta memperkenalkan gerakan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ini merupakan awal dari perkembangan Capoeira Regional.
Pada tahun 1928, sebuah babak baru dalam sejarah Capoeira dimulai, dan juga perubahan dalam cara orang hitam (dari keturunan Afrika, dibawa ke Brazil sebagai budak). Setelah menunjukkan capoeiranya di istana Bahia pada Gubernur (waktu itu) Juracy Magalhães pada tahun 1930-an. Maka capoeira diakui sebagai olah raga dan kesenian resmi dari Brazil.
Mestre Bimba mendirikan sekolah Capoeira pertama di tahun 1932, bernama akademi-escola de Capoeira Regional, di Engenho dari Brotas Salvador. Sebelumnya, Capoeira hanyalah sebuah permainan "anak-anak kampung/jalanan". Sementara masih dilarang untuk orang-orang kelas atas, untuk memperbaiki nama capoeira yang saat itu menjadi olahraga yang berbahya dan digunakan oleh para penjahat, maka Bimba menetapkan standar yang baru untuk seni bela diri yang satu ini.
Siswanya harus mengenakan pakaian yang bersih, seragam putih, menunjukkan bukti orang beradab, menunjukkan sikap yang baik dan banyak standar lainnya. Sampai akhirnya capoeira bimba menjadi lebih mendapatkan 'pandangan' dari masyarakat menengah keatas.
Pada tahun 1936, Bimba menantang semua orang dari beladiri manapun untuk menghadapinya. Ada empat orang yang terpilih, yaitu Benedito Vitor Lopes, Henrique Bahia, José Custódio dos Santos (Ze I) dan Americo Ciencia. Dan ternyata Bimba berhasil mengalahkannya dengan sedikit waktu dan gerakan.
Pada tahun 1937, dia yang memperoleh sertifikat dewan pendidikan Negara. Setelah Ia menunjukkan capoeiranya di hadapa presiden Brazil waktu itu, Getúlio Dorneles Vargas.
Pada tahun 1942, Mestre Bimba membuka sekolah keduanya di "Terreiro de Jesus - rua das Laranjeiras" (sekarang) "rua Francisco Muniz Barreto". Sekolah samapai saat ini masih tetap dibuka dan diawasi oleh para muridnya, "Vermelho. Dia juga mengajarkan Capoeira pada tentara dan polisi di akademi militer. Dia kemudian dianggap "bapak Capoeira modern".
Tokoh-tokoh yang penting (murid-murid Bimba) diantaranya Dr Joaquim de Araújo Lima (Ex-Governador dari Guaporé), Jaime Tavares, Rui Gouveia, Alberto Barreto, Jaime Machado, Delsimar Cavalvanti, César SA, Decio Seabra, José Sisnando dan banyak murid mestre bimba yang lainnya.
Mestre Bimba adalah ABK di kapal pengangkut batu bara, tukang kayu, kuli panggul di pelabuhan. Tetapi yang pasti dia adalah Capoeirista. Merasa tidak senang dengan janji-janji palsu dan kurangnya dukungan dari pihak yang berwenang di Bahia, ia pindah ke Goiania pada tahun 1973 atas undangan dari bekas muridnya. Dia meninggal satu tahun kemudian, pada 15 Februari 1974 di RS das Clínicas de Goiania karena terkena stroke.
Bimba mengembalikan capoeira kepada hakikatnya, yaitu sebagai suatu seni bela diri. Untuk Bimba, Capoeira adalah seni bertarung. tetapi "peperangan" harus dihentikan.
Mestre Bimba berjuang selama hidupnya untuk apa yang dia percayai, "Capoeira" dan berhasil. Setelah dia meninggal pada tahun 1974, salah satu dari anaknya yaitu Mestre Nenel (Manoel Nascimento Machado), yang masih berumur 14 tahun, mengambil alih akademi Capoeira ayahnya. Nenel masih memegang teguh warisan budaya dan sejarah dari ayahnya dan dia adalah Presiden Filhos de Bimba School of Capoeira.

Read More......

Senin, Mei 04, 2009

"Cordao De Ouro" (sabuk emas) dari brazil


Capoeira cordao de ouro didirikan oleh Master Suassuna sekitar tahun 60-an, lebih tepatnya tanggal 1 September 1967, bersama dengan Mestre Brasilia, pada waktu ada fetifal musik besar-besaran di brazil. Grand mestre suassuna mendapatkan gagasan untuk membuka akademi, dan Grand mestre Suassuna memutuskan untuk menggunakan cordao de ouro (yang berarti sabuk emas) sebagai nama grupo. Grand mestre Suassuna mengajarkan Capoeira Regional dan Capoeira Angola bersama Mestre Brasilia di ruang yang sama. tak lama kemudian, Mestre Brasilia mendirikan grupo sendiri, "São Bento Grande". masa ini adalah masa-masa sulit untuk capoeira. capoeira masih dilarang untuk dijadikan sebuah akademi. Grand mestre Suassuna dari Bahia Itabuna pindah ke sao paulo dan terus memperjuangkan capoeira dengan cara menunjukkan teknik dan cara bertarung capoeira. akhirnya Dia membuka akademi pertama di Sao Paulo. Bersama Bambas, tais como Lobão, esdras filho, Tarzan, belisho, Almir das Areias, Caio, dan lainnya.
Capoeiristas yang tadinya bersembunyi (capoeira masa itu masih merupakan hal terlarang) dari utara dan timur laut datang di sini, untuk belajar seni Capoeira, Cordao de ouro menjadi rujukan kepada mereka untuk bergabung dan berlatih. Cordao de ouro adalah akademi yang banyak menghasilkan nama-nama besar. seperti Mestre Flávio Tucano, Biriba, Dal, Marcelo Caveirinha, Urubú Malandro, Espirro Mirim, Xavier, Lúcifer, Torinho, Pial, Cangurú, Sarará, Zé Antônio, Ponciano, Bolinha, Geraldinho, tak lupa juga Mestre Cícero, Mestre Zé Carlos dan Mestre Penteado, yang belajar di akademi ini mengejar "sabuk emas" dari suassuna dan banyak diantaranya yang menjadi mestre besar.
Suassuna tidak pernah berpangku tangan berdiam diri. terus menerus mengembangkan capoeira. hasilnya setelah bertahun-tahun terrciptalah "gerakan capoeira versi baru" yaitu gerakan yang lebih pelan dari regional namun sedikit lebih cepat dari angola. gerakan ini dikembangkan bersama Boca Rica, Habibs, Mintirinha, Kibe, Denis, Saroba, Coruja, Chicote, Chiclete, Kino, Pintado, Lú Pimenta, Barata, Muriel, Esquilo, Romualdo dan lain-lain. gaya permainan baru capoeira yang kini lebih dikenal dengan "Miudinho".

Saat ini, dengan sejumlah cabang cordao de ouro yang tersebar di seluruh dunia, ternyata cordao de ouro memiliki peran menonjol di antara semua grupo capoeira, tidak hanya jasa Mastre Suassuna untuk olahraga dan kebudayaan, tetapi atas patisipasi dan perjuangan semua murid-muridnya. Dalam rangka untuk memelihara capoeira di tingkat yang sangat teknis, kecepatan gerakan , agility, ketahanan, kreativitas, musik dan ke-buas-an capoeira, tanpa melupakan akar-nya. filosofi ini menjadi akar dari miudinho capoeira.

berikut adalah video permainan miudinho yang diciptakan suassuna
silahkan lihat...


Read More......

sejarah panjang capoeira


Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo.

Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat.

Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka. Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.

Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”.

Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll…; ginga adalahgerakan yang merupakan pengganti kuda-kuda dalam bela diri lain

gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.

Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé…” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).

Alhamdulillah setelah sekian lama ngefans sama capoeira dan berusaha mencari dimana dan bagaimana latihan capoeira, akhirnya berhasil menemukan Vadiar capoeira di UIN syarif Hidayatullah jakarta yang merupakan cabang dari groupo capoeira “cordao de Ouro” yang bermarkas besar di Sao Paulo dan atas bimbingan dari contra mestre papa leguas mendirikan Vadiar capoeira yang berada di jakarta dan akan segera menyusul yang lainnya di seluruh indonesia.

Read More......

Capoeira, Jurus Beladiri Para Budak


Alkisah, pada abad ke-16, di sebuah kawasan bernama Angola, Afrika, hidup sekumpulan budak yang dijajah orang Portugis. Mereka hidup menderita di bawah tekanan majikan. Ancaman hukuman gantung dan cambuk membayangi nasib mereka. Akan tetapi, semangat perjuangan mereka tetap menyala. Diam-diam mereka melawan. Mereka berhasil menciptakan jurus bela diri baru: "capoeira".

Capoeira diciptakan berkat kecerdikan budak Angola mengecoh majikan mereka. Keganasan capoeira ditutupi dengan gaya bela diri yang seindah tarian dan disertai nyanyian khas. Tendangan memutar dan melompat yang dilakukan mampu memesona orang-orang yang menyaksikan. Bahkan, dua orang yang sedang latihan bertarung justru terlihat seperti pasangan yang sedang menari. Capoeira semakin berkembang ketika budak-budak Angola tersebar hingga ke Brasil.

Itu adalah satu teori mengenai lahirnya capoeira. Teori lain yang lebih mendapat dukungan adalah bahwa capoeira lahir di Brasil, diciptakan oleh budak-budak yang berasal dari berbagai kawasan di Afrika, antara lain orang Yoruba, Bantu, Angola, Kongo, dan Mozambik. Ahli-ahli sejarah capoeira lebih mendukung teori ini karena yang ada di Afrika hanyalah sebagian unsur yang terpisah-pisah dari seni itu, bukan bentuknya secara keseluruhan. Dari sintesis tarian, pertarungan dan alat musik dari berbagai kebudayaan Afrika yang berbeda oleh para budak itu terciptalah capoeira.

Seiring perkembangan waktu, Capoeira mulai dikenal sebagai bela diri yang agresif. Kebrutalan capoeira makin parah sejak terjadi pembebasan budak pada tahun 1888. Banyak bekas budak miskin yang menganggur kemudian membentuk geng capoeira untuk berbuat kejahatan. Ini membuat Pemerintah Brasil berang dan melarang olahraga ini pada tahun 1892. Mereka yang ketahuan berlatih atau mengajarkan bela diri tersebut akan dihukum berat. Hukumannya berupa pemotongan otot, lutut, bahkan tenggorokan.

Akan tetapi, riwayat capoeira belum berakhir. Banyak pejuang capoeira yang tetap setia dan berlatih secara sembunyi-sembunyi. Akhirnya, pada tahun 1937, Getulio Vargas, Presiden Brasil pada masa itu, setuju mencabut larangan capoeira. Beliau malah ingin mempromosikan capoeira sebagai olahraga khas Brasil.

Capoeira makin menyebar di seluruh dunia berkat jasa Mestre (sebutan untuk master dalam capoeira) Bimba (1899-1974). Ia berhasil mengembangkan gaya capoeira baru yang lebih cepat dibandingkan dengan capoeira Angola, yaitu capoeira regional. Gaya tradisional yang disebut Capoeira Angola dipertahankan dan dikembangkan oleh Mestre Pastinha (1889-1982). Di Brasil dan berbagai negara seluruh dunia, umumnya diajarkan kedua gaya itu walaupun ada kelompok yang hanya mengajarkan Capoeira Regional atau Capoeira Angola saja.

Sekarang rakyat Brasil boleh berbangga hati melihat kesenian ini makin kencang berkibar. Apalagi setelah mendapat wadah promosi gratis di film, videoklip, dan video games.

diambildari http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0401/09/muda/790976.htm

Read More......

Minggu, Mei 03, 2009

Capoeira di Indonesia

Mungkin telah banyak grupo (grup/perguruan dalam bahasa Indonesia) yang berdiri di Indonesia sehubungan dengan banyaknya peminat yang tertarik dengan beladiri yang satu ini. Gerakannya yang indah dan luwes membuat ilmu bela diri para budak ini banyak diminati. selain gerakan yang indah, capoeira juga menawarkan musik dan ilmu beladiri yang efektif (hasil bagi setiap orang berbeda-beda) :D .

Capoeira mulai dikenal dan populer di Indonesia berkat film "only the strong".
Film action ini bercerita tentang perjuangan Louis Stevens (diperankan Mark Dacascos) dalam membasmi gembong obat-obatan terlarang di SMU almamaternya. Ia lalu mengajarkan ilmu capoeira pada beberapa murid untuk melawan penjahat. Gerakan capoeira yang cantik tetapi mampu menghajar orang, membius mereka yang menyaksikan film ini. Mungkin (nebak doank :p) orang-orang yang tertarik melihat film ini menjadi tertarik dengan gerakannya yang memang indah. termasuk di Indonesia para anak mudanya mulai mencari tahu apa nama beladiri yang ada di film tersebut dari video atau bla...bla...bla... (ngaku!!!) :t
sekalian promosi neh,,;) di UIN ada juga grupo capoeira yang berdiri. namanya VADIAR yang merupakan cabang dari capoeira vadiar bulungan. Alhamdulillah grupo ini sudah berafiliasi ke grupo "cordao de ouro" yang bermarkas besar di Sao Paulo Brazil, dibawah asuhan Contra Mestre "Papa Leguas" kalo mau tao cari aja di you tube. Apabila ada teman-teman yang berminat untuk ikut latihan capoeira, ditunggu kehadirannya di UIN Jakarta hari sabtu jam 15.30 dan selasa 18.30. soal iuran bulanan, vadiar merupakan grupo yang biayanya paling murah sedunia (bukan berarti kualitasnya ga mendunia loh... ;) ). buktinya liat ja di youtube deh...
buat para remaja penggila capoeira (dengan modal terbatas :r ) silahkan datang. ditunggu lho... :z

Nb: CP : 08989223323 (asep)

Read More......

  © Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP