Tampilkan postingan dengan label capoeira regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label capoeira regional. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 12, 2009

espirro mirim, genius from Fortaleza


Marcos Antonio Lopes de Sousa dilahirkan pada tahun 1964, Fortaleza, Brazil. Dia mulai berlatih Capoeira pada tahun 1979 dengan Mestre Everaldo di Fortaleza, dimana pada tahun 1981 ia terpilih menjadi capoerista terbaik di daerahnya. Pada tahun 1984 ia memutuskan untuk pindah ke São Paulo untuk berlatih dengan Mestre Suassuna. Dia diberikan pangkat Mestre (lulusan pertama) pada tahun 1991. Sejak saat itu dia telah melakukan perjalanan di seluruh dunia, mengunjungi berbagai kelompok dan mendirikan Cordão de Ouro di beberapa negara. Saat ini ia tinggal di Belanda ia mengajar kelompok di sana.


Read More......

Jumat, Mei 08, 2009

C.M. Papa leguas


Jaime de Oliveira Gontijo atau lebih dikenal dengan nama Papa-Léguas (burung unta;portugis) lahir di Patos de Minas pada 19 Juni 1981, Minas Gerais, Brazil. Dia memulai berlatih Capoeira sejak umur 14 tahun di Patos de Minas dibawah monitoring Prof. Chicote.
Pertama kali ia bercapoeira, ia bergabung dengan Grupo Afro. Tetapi setelah dua tahun ia dipindahkan ke grup Raizes - Cordão De Ouro dari Mestre Ze Paulo di Belo Horizonte, Mina Gerais.
Ditunjuk sebagai Instructor, dan sudah mempunyai kemampuan bersama para mestre pada tahun 2000 ia memutuskan untuk pindah ke London. Dengan bantuan Profesor Rilene dan Rejane dari Grup Amazonas Capoeira, dia mulai memberikan pelatihan capoeira di Inggris untuk pertama kalinya.
Kemudian ia pindah ke Burton on Trent selama 6 bulan Capoeira dimana dia mengajar di sekolah setempat. Pada tahun 2001 ia pindah lagi, kali ini ke Nottingham di mana dia mendirikan grup sendiri. Cordão De Ouro Nottingham. Karirnya mulai menanjak karena kecakapannya dalam bercapoeira dan memimpin gruponya. Cordão De Ouro Notingham (gropo capoeira pertama di inggris).
Pada tahun 2008, dia berkunjung ke Indonesia atas undangan dari “Das Ruas” capoeira bulungan. Dan mengajarkan dasar-dasar capoeira cordao de ouro. Yang tahun ini akan berafiliasi resmi menjadi cordao de ouro Indonesia.


Read More......

Jogo, arena berlatih para capoeiristas


Capoeira adalah bentuk seni yang terdiri dari gerakan, musik, dan unsur-unsur filsafat praktis. Salah satu inti dari Capoeira adalah 'jogo' atau permainan fisik yang disebut Jogo de Capoeira (permainan Capoeira) atau cukup disebut Jogo. Selama ini menjadi ritual pertarungan, dua capoeiristas (pemain dari Capoeira) saling bergantian menyerang dan bertahan dalam arus konstan sambil belajar dan tata cara yang benar tentang capoeira.

Jogo adalah permainan yang dilakukan oleh para capoeiristas untuk melatih gerakan capoeira, jogo dilakukan di dalam roda (baca:hoda). Hoda adalah sebuah lingkaran yang dibentuk oleh para capoeiristas untuk menjadi pembatas arena pertarungan para capoeristas yang akan bermain. Pada zaman dahulu roda ini berfungsi untuk menghalangi pandangan dari luar tentang apa yang mereka lakukan di dalam lingkaran tersebut (waktu para budak berencana untuk memberontak untuk menghalangi pandangan para penjaga). Bahkan roda menjadi suatu arena untuk membuktikan siapa yang lebih jago antara capoeiristas. Dahulu, banyak capoeiristas yang tewas saat bertarung dalam roda.

Roda capoeira terdiri atas orang-orang yang berbaris membentuk lingkaran dan di salah satu sisinya terdapa para pemusik yang memainkan alat-alat musik capoeira.

Kedua pemain berusaha untuk mengontrol ruang dan membingungkan lawan dengan tipu daya gerakan. Selama Jogo, capoeiristas mencari kekuatan dan kelemahan diri dan musuhnya, dan memanfaatkannya. Memang terkadang terasa lelah dan membosankan.Tetapi walaupun begitu jogo ini penting untuk proses ekspresi pribadi, refleksi diri dan pertumbuhan. Jogo juga merupakan refleksi diri seseorang di dalam kehidupan secara luas.

Kecepatan dan karakter dari Jogo biasanya ditentukan oleh berbagai rhythms dari berimbau, satu-tali busur, yang dianggap sebagai simbol utama dari bentuk seni ini. Berimbau adalah yang dilengkapi dengan pandeiro (rebana), atabaque (drum), agogo (double bell), dan reco-reco (semacam tabung dari anyaman bamboo yang di dalamnya berisi kerikil kecil) untuk membentuk sebuah simponi. Musik memberikan inspirasi dan memberi nuansa mistis. Sementara bernyanyi bersama dalam seperti sebuah dialog antara capoeiristas yang di luar dan didalam lingkaran.

Read More......

Kamis, Mei 07, 2009

Father of capoeira Regional_^BIMBA^

Putra Luiz Machado Cândido dan Maria Martinha bernama Manuel dos Reis Machado lebih dikenal sebagai Mestre Bimba (November 23, 1900 - February 15, 1974) lahir di "Bairro do Engenho Velho" di Salvador, Brazil. Nama panggilan "Bimba" muncul karena adanya perdebatan antara ibunya dan bidan selama kelahiran. ibunya bertaruh bahwa yang akan lahir adalah seorang gadis dan bidan bertaruh bahwa yang lahir akan laki-laki. Setelah ia dilahirkan, bidan mengatakan ...it's a boy, look at his "bimba" (organ seksual laki-laki).

Dia mulai belajar Capoeira saat ia 12 tahun, dengan capitão da Companhia Baiana de Navegação (Navigasi Captain) dari Estrada das Boiadas (sekarang bairro da Liberdade) di Salvador bernama Bentinho, walaupun, pada masa itu, Capoeira itu masih merupaka olahraga terlarang. Suatau saat nanti ia akan dikenal sebagai salah satu legenda capoeira yang mengembangkan Capoeira kontemporer yaitu Regional. Yang lain akan Mestre Pastinha, ayah dari Capoeira Angola.
Pada usia 18 tahun, Bimba merasa bahwa Capoeira telah kehilangan identitasnya sebagai seni beladiri dan perlawanan, menjadi kesenian semata. Dan gerakannya dibatasi menjadi hanya sembilan gerakan. Saat itu, Bimba yang mulai mengambil gerakan dari Capoeira fights asli dan ditambahkan gerakan bertarung lain dari Afrika yang disebut Batuque (sejenis kuncian dan pittingan)yang ia pelajari sendiri dari ayahnya (yang seorang juara), serta memperkenalkan gerakan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Ini merupakan awal dari perkembangan Capoeira Regional.
Pada tahun 1928, sebuah babak baru dalam sejarah Capoeira dimulai, dan juga perubahan dalam cara orang hitam (dari keturunan Afrika, dibawa ke Brazil sebagai budak). Setelah menunjukkan capoeiranya di istana Bahia pada Gubernur (waktu itu) Juracy Magalhães pada tahun 1930-an. Maka capoeira diakui sebagai olah raga dan kesenian resmi dari Brazil.
Mestre Bimba mendirikan sekolah Capoeira pertama di tahun 1932, bernama akademi-escola de Capoeira Regional, di Engenho dari Brotas Salvador. Sebelumnya, Capoeira hanyalah sebuah permainan "anak-anak kampung/jalanan". Sementara masih dilarang untuk orang-orang kelas atas, untuk memperbaiki nama capoeira yang saat itu menjadi olahraga yang berbahya dan digunakan oleh para penjahat, maka Bimba menetapkan standar yang baru untuk seni bela diri yang satu ini.
Siswanya harus mengenakan pakaian yang bersih, seragam putih, menunjukkan bukti orang beradab, menunjukkan sikap yang baik dan banyak standar lainnya. Sampai akhirnya capoeira bimba menjadi lebih mendapatkan 'pandangan' dari masyarakat menengah keatas.
Pada tahun 1936, Bimba menantang semua orang dari beladiri manapun untuk menghadapinya. Ada empat orang yang terpilih, yaitu Benedito Vitor Lopes, Henrique Bahia, José Custódio dos Santos (Ze I) dan Americo Ciencia. Dan ternyata Bimba berhasil mengalahkannya dengan sedikit waktu dan gerakan.
Pada tahun 1937, dia yang memperoleh sertifikat dewan pendidikan Negara. Setelah Ia menunjukkan capoeiranya di hadapa presiden Brazil waktu itu, Getúlio Dorneles Vargas.
Pada tahun 1942, Mestre Bimba membuka sekolah keduanya di "Terreiro de Jesus - rua das Laranjeiras" (sekarang) "rua Francisco Muniz Barreto". Sekolah samapai saat ini masih tetap dibuka dan diawasi oleh para muridnya, "Vermelho. Dia juga mengajarkan Capoeira pada tentara dan polisi di akademi militer. Dia kemudian dianggap "bapak Capoeira modern".
Tokoh-tokoh yang penting (murid-murid Bimba) diantaranya Dr Joaquim de Araújo Lima (Ex-Governador dari Guaporé), Jaime Tavares, Rui Gouveia, Alberto Barreto, Jaime Machado, Delsimar Cavalvanti, César SA, Decio Seabra, José Sisnando dan banyak murid mestre bimba yang lainnya.
Mestre Bimba adalah ABK di kapal pengangkut batu bara, tukang kayu, kuli panggul di pelabuhan. Tetapi yang pasti dia adalah Capoeirista. Merasa tidak senang dengan janji-janji palsu dan kurangnya dukungan dari pihak yang berwenang di Bahia, ia pindah ke Goiania pada tahun 1973 atas undangan dari bekas muridnya. Dia meninggal satu tahun kemudian, pada 15 Februari 1974 di RS das Clínicas de Goiania karena terkena stroke.
Bimba mengembalikan capoeira kepada hakikatnya, yaitu sebagai suatu seni bela diri. Untuk Bimba, Capoeira adalah seni bertarung. tetapi "peperangan" harus dihentikan.
Mestre Bimba berjuang selama hidupnya untuk apa yang dia percayai, "Capoeira" dan berhasil. Setelah dia meninggal pada tahun 1974, salah satu dari anaknya yaitu Mestre Nenel (Manoel Nascimento Machado), yang masih berumur 14 tahun, mengambil alih akademi Capoeira ayahnya. Nenel masih memegang teguh warisan budaya dan sejarah dari ayahnya dan dia adalah Presiden Filhos de Bimba School of Capoeira.

Read More......

  © Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP