Tampilkan postingan dengan label pastinha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pastinha. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 12, 2009

What is capoeira?


What is capoeira?

ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab bagi anda yang belum pernah melihat atau mendengar Capoeira.

Capoeira sering digambarkan sebagai sebuah budaya. Jadi apa yang didefinisikan sebagai budaya? Budaya yang di dalamnya termasuk lagu khas, taraian yang dilakukan, yang memiliki latar belakang sejarah dan juga memiliki tradisi yang terhubung dengannya. Capoeira menyangkut semuanya. Seperti halnya budaya, suatu gabungan dari semua kesenian di dalamnya yang tak terpisahkan. Sama dengan Capoeira.

Capoeira adalah seni beladiri, yang mencakup tari dan ritme ke dalamnya. Ada juga akrobatik, handstands, flips, berbagai jenis salto dan banyak lagi. Serangan dalam capoeira kebanyakan terdiri dari berbagai jenis tendangan.hampir tak ada serangan yang menggunakan tangan. gerakan menyerang dari lawan dihindari bukannya ditangkis.

Semua ini dilakukan dengan musik. Musik ini adalah musik yang khas dari capoeira, dengan instrumen utamanya; berimbau.

Sejauh ini, berimbau adalah sebuah alat musik yang sangat berperan dalam capoeira.Ada banyak ritme yang dapat dimainkan dengan berimbau. Walaupun hanya menggunakan satu senar,berimbau memainkan peranan yang luar biasa dalam mengatur ritme musik. jumlah ritmenya adalah tak terbatas selama imajinasi Anda digunakan. Selain instrumen, semua Capoeiristas di roda harus bertepuk tangan dengan ritme yang sesuai dengan yang dimainkan berimbau. selain itu, ada beberapa alat lainnya yang digunakan yaitu atabaque (conga drum), pandeiro (sejenis rebana), dan agogo (conga bels).


gerakan tari dasar dalam capoeira adalah gingga. Ini adalah gerakan menyamping dari semua serangan yang bersifat menghindar dan mengelak dari semua serangan yang datang. Tidak ada tangkisan aktif dalam Capoeira. Anda diajarkan untuk melakukan segala macam gerakan yang bersifat menghindar.
Capoeira praktek orang-orang yang dipanggil Capoeiristas. Untuk maju dalam Capoeira Anda tidak hanya harus mengetahui gerakan dan strategi bertarung, tetapi Anda juga harus mampu bernyanyi lagu (dalam bahasa Portugis) dan memainkan instrumen. Faktor lain yang penting adalah bagaimana Anda melakukannya di roda.

lingkaran ini disebut roda. Di kepala lingkaran ada orang yang bermain berimbau, dengan instrumen lain disebelahnya. Dua Capoeiristas berjongkok di depan Berimbau terus tangan satu sama lain untuk beberapa waktu. Kemudian permainan dimulai. Aturan-aturan saat berada dalam roda adalah: "Tidak ada aturan". Pergunakan imajinasi, usahakan permainan tetap mengalir. Itulah keindahan Capoeira, ketidakteraturan. Setiap gerakan dapat dihubungkan satu sama lain untuk menjadi tari yang sangat indah. walaupun tidak ada aturan di roda, kode etik berikut harus selalu ditaati, di dalm, maupun di luar roda:

1. Hormati lawan anda.
2. Setiap kesalahan yang Anda lakukan harus diinterpretasikan sebagai pelajaran.
3.jangan pernah lepaskan pandangan anda dari lawan. kelicikan karena ketidakwaspadaan lawan dibenarkan dalam roda.jangan pernah menganggap orang dalam roda adalah teman, semuanya harus diwaspadai. jangan sampai anda diserang dementara anda tidak dalam keadaan siap untuk diserang. jangan pernah lengah. jangan lepaskan pandangan anda dari lawan walaupun sedetik.

Read More......

espirro mirim, genius from Fortaleza


Marcos Antonio Lopes de Sousa dilahirkan pada tahun 1964, Fortaleza, Brazil. Dia mulai berlatih Capoeira pada tahun 1979 dengan Mestre Everaldo di Fortaleza, dimana pada tahun 1981 ia terpilih menjadi capoerista terbaik di daerahnya. Pada tahun 1984 ia memutuskan untuk pindah ke São Paulo untuk berlatih dengan Mestre Suassuna. Dia diberikan pangkat Mestre (lulusan pertama) pada tahun 1991. Sejak saat itu dia telah melakukan perjalanan di seluruh dunia, mengunjungi berbagai kelompok dan mendirikan Cordão de Ouro di beberapa negara. Saat ini ia tinggal di Belanda ia mengajar kelompok di sana.


Read More......

Jumat, Mei 08, 2009

C.M. Papa leguas


Jaime de Oliveira Gontijo atau lebih dikenal dengan nama Papa-Léguas (burung unta;portugis) lahir di Patos de Minas pada 19 Juni 1981, Minas Gerais, Brazil. Dia memulai berlatih Capoeira sejak umur 14 tahun di Patos de Minas dibawah monitoring Prof. Chicote.
Pertama kali ia bercapoeira, ia bergabung dengan Grupo Afro. Tetapi setelah dua tahun ia dipindahkan ke grup Raizes - Cordão De Ouro dari Mestre Ze Paulo di Belo Horizonte, Mina Gerais.
Ditunjuk sebagai Instructor, dan sudah mempunyai kemampuan bersama para mestre pada tahun 2000 ia memutuskan untuk pindah ke London. Dengan bantuan Profesor Rilene dan Rejane dari Grup Amazonas Capoeira, dia mulai memberikan pelatihan capoeira di Inggris untuk pertama kalinya.
Kemudian ia pindah ke Burton on Trent selama 6 bulan Capoeira dimana dia mengajar di sekolah setempat. Pada tahun 2001 ia pindah lagi, kali ini ke Nottingham di mana dia mendirikan grup sendiri. Cordão De Ouro Nottingham. Karirnya mulai menanjak karena kecakapannya dalam bercapoeira dan memimpin gruponya. Cordão De Ouro Notingham (gropo capoeira pertama di inggris).
Pada tahun 2008, dia berkunjung ke Indonesia atas undangan dari “Das Ruas” capoeira bulungan. Dan mengajarkan dasar-dasar capoeira cordao de ouro. Yang tahun ini akan berafiliasi resmi menjadi cordao de ouro Indonesia.


Read More......

Rabu, Mei 06, 2009

Father Of capoeira Angola, ^PASTINHA^


Vicente Ferreira Pastinha (biasa disebut Mestre Pastinha) (April 5, 1889, Salvador, Bahia, Brasil - November 13, 1981) adalah seorang Mestre (master practitioner) dari "the Afro-Brazilian martial art Capoeira".

Putra José Señor Pastinha dan Eugenia Maria de Carvalho, dia mengenal Capoeira pada usia 8 tahun dari seorang Afrika bernama Benedito. ceritanya berawal dari seorang anak yang lebih besar dari dia yang berada di lingkungannya sering memukulinya. Suatu hari Benedito melihat keadaan Pastinha yang menderita, dan kemudian menyuruh dia untuk datang ke rumahnya karena ia akan mengajarkan kepadanya beberapa hal. setelah belajar beberapa lama, pastinha dalam pertarungan berikutnya dengan anak yang lebih besar itu dapat menang dengan cepat dan mudah sehingga anak yang lebih besar itu menjadi menyukainya.

Pastinha adalah seorang anak yang bahagia dan sederhana. Pada pagi hari ia akan mengambil kelas seni di Liceu de e Ofício sekolah dimana ia belajar melukis; emudian menghabiskan sore harinya dengan bermain layangan dan berlatih capoeira. Pastinha meneruskan latihan capoeira dengan Benedito selama tiga tahun. bersama sahabat baiknya, Jaez Ghiyas.

Kemudian, dia melanjutkan sekolahnya di "sailor school" sesuai dengan kemauan ayahnya. sekolah yang tidak mendukung hobby capoeiranya. di sekolah, dia mengajarkan capoeira pada teman-temannya. pada saat dia berumur 21, dia keluar dari "sailor school" untuk meneruskan cita-citanya menjadi pelukis profesional. di sela-sela waktu luangnya, dia diam-diam terus belajar capoeira. yang pada waktu itu masih terlarang.

Suatu hari di tahun 1941, atas undangan Aberrê (bekas muridnya) Pastinha datang ke "roda" (suatu lingkaran tempat para capoerista bertarung) hari minggu di "ladeira do Gengibirra" yang lokasinya di "bairro da Liberdade", dimana para mestre terbaik akan berkumpul. Pastinha menemui Aberrê yang memang sudah dikenal disana. Setelah menghabiskan sore disana, sorang mestre terbaik Bahia (nama sebuah grupo capoeira) bernama Amorzinho menemuinya dan memintanya untuk memegang kelas capoeira angola.

Akhirnya, Pastinha mendirikan sebuah akademi capoeira angola pertama "Centro Esportivo de Capoeira Angola". tempatnya berada di Pelourinho. Siswanya mengenakan celana hitam dan kaos kuning, kaos yang sama yang dikenakan Ypiranga Clube, klub sepak bola favoritnya.
Dia juga bergabun dengan delegasi dari "First International Festival de Artes Negras" di Dakkar, Senegal pada tahun 1966. dia berangkat bersama João Grande, João Pequeno, Gato Preto, Gildo Alfinete, Roberto Satanás and Camafeu de Oxossi.
Pastinha bekerja sebagai penyemir sepatu, penjahit, pembuat perhiasan emas, penjaga keamanan (leão de chácara) di rumah judi (casa de Jogo) dan menjadi pekerja konstruksi di Porto de Salvador finansial untuk menghidupi dirinya, sehingga dia bisa melakukan apa yang paling dicintai, untuk menjadi Angoleiro (pelaku capoeira Angola).

Sampai pada akhirnya akademi capoeira Pastinha mengaami masa-masa sulit. Pastinha semakin tua, sakit-sakitan, dan mengalami kebutaan total. Pemerintah mengatakan padanya untuk meninggalkan bangunan akademi supaya dapat direnovasi. Tapi kenyataanya tempat itu tidak pernah kembali padanya melainkan dirubah menjadi restoran dan tempat hiburan. Pastinha merasa sakit hati atas perlakuan itu padanya, tapi tak pernah merasa menyesal atas jalan hidup yang dipilihnya, menjadi seorang capoerista. Kemudian Pastinha dipindahkan tempat tinggalnya ke suatu kota (abrigo D. Pedro II - Salvador).

Setelah Pastinha menyerahkan seluruh hidupnya pada capoeira angola, ia memainkan permainan Capoeira terakhirnya pada April 12, 1981. Pastinha, pelindung dan ayah dari Capoeira Angola, meninggal dalam usia 92 tahun pada November 13, 1981. Dia bisa bertahan karena dua murid terbaiknya, João Grande dan João Pequeno yang terus berbagi "pastinha's capoeira angola" dengan dunia.

Daniel Dawson kemudian menulis :
'Pastinha was a brilliant Capoeirista whose game was characterized by his agility, quickness and intelligence (…). Pastinha wanted his students to understand the practice, philosophy and tradition of pure Capoeira Angola. As he said, "I practice the true Capoeira Angola and in my school they learn to be sincere and just. That is the Angola law. I inherited it from my grandfather. It is the law of loyalty. The Capoeira Angola that I learned - I did not change it here in my school… When my students go on they go on to know about everything. They know; this is fight, this is cunning. We must be calm. It is not an offensive fight. Capoeira waits (…). The good Capoeirista must know how to sing, play Capoeira and the instruments of Capoeira."

'Pastinha adalah seorang Capoeirista yang cemerlang yang permainannya terbentuk dari kelincahannya, kecepatannya dan kacerdikannya. Pastinha ingin siswanya untuk memahami praktek, filsafat dan tradisi murni Capoeira Angola. Sebagaimana ia berkata, "Saya berlatih Capoeira angola yang benar dan di sekolah mereka belajar untuk bisa ikhlas dan adil. Itulah filosofi angola. saya mewarisinya dai kakek saya. Inilah hukum loyalitas. The Capoeira Angola yang saya pelajari - Saya tidak mengubahnya di sekolah ini ... ketika para muridku pergi untuk mencari tahu tentang semuanya. Mereka tahu, ini adalah peperangan, ini adalah licik. Kami harus tenang. Ini bukan pertarungan menyerang. Capoeira menunggu (... ). Capoeirista yang baik harus tahu bagaimana cara bernyanyi, bermain Capoeira dan Instrumen dalam Capoeira."

Read More......

Senin, Mei 04, 2009

Capoeira, Jurus Beladiri Para Budak


Alkisah, pada abad ke-16, di sebuah kawasan bernama Angola, Afrika, hidup sekumpulan budak yang dijajah orang Portugis. Mereka hidup menderita di bawah tekanan majikan. Ancaman hukuman gantung dan cambuk membayangi nasib mereka. Akan tetapi, semangat perjuangan mereka tetap menyala. Diam-diam mereka melawan. Mereka berhasil menciptakan jurus bela diri baru: "capoeira".

Capoeira diciptakan berkat kecerdikan budak Angola mengecoh majikan mereka. Keganasan capoeira ditutupi dengan gaya bela diri yang seindah tarian dan disertai nyanyian khas. Tendangan memutar dan melompat yang dilakukan mampu memesona orang-orang yang menyaksikan. Bahkan, dua orang yang sedang latihan bertarung justru terlihat seperti pasangan yang sedang menari. Capoeira semakin berkembang ketika budak-budak Angola tersebar hingga ke Brasil.

Itu adalah satu teori mengenai lahirnya capoeira. Teori lain yang lebih mendapat dukungan adalah bahwa capoeira lahir di Brasil, diciptakan oleh budak-budak yang berasal dari berbagai kawasan di Afrika, antara lain orang Yoruba, Bantu, Angola, Kongo, dan Mozambik. Ahli-ahli sejarah capoeira lebih mendukung teori ini karena yang ada di Afrika hanyalah sebagian unsur yang terpisah-pisah dari seni itu, bukan bentuknya secara keseluruhan. Dari sintesis tarian, pertarungan dan alat musik dari berbagai kebudayaan Afrika yang berbeda oleh para budak itu terciptalah capoeira.

Seiring perkembangan waktu, Capoeira mulai dikenal sebagai bela diri yang agresif. Kebrutalan capoeira makin parah sejak terjadi pembebasan budak pada tahun 1888. Banyak bekas budak miskin yang menganggur kemudian membentuk geng capoeira untuk berbuat kejahatan. Ini membuat Pemerintah Brasil berang dan melarang olahraga ini pada tahun 1892. Mereka yang ketahuan berlatih atau mengajarkan bela diri tersebut akan dihukum berat. Hukumannya berupa pemotongan otot, lutut, bahkan tenggorokan.

Akan tetapi, riwayat capoeira belum berakhir. Banyak pejuang capoeira yang tetap setia dan berlatih secara sembunyi-sembunyi. Akhirnya, pada tahun 1937, Getulio Vargas, Presiden Brasil pada masa itu, setuju mencabut larangan capoeira. Beliau malah ingin mempromosikan capoeira sebagai olahraga khas Brasil.

Capoeira makin menyebar di seluruh dunia berkat jasa Mestre (sebutan untuk master dalam capoeira) Bimba (1899-1974). Ia berhasil mengembangkan gaya capoeira baru yang lebih cepat dibandingkan dengan capoeira Angola, yaitu capoeira regional. Gaya tradisional yang disebut Capoeira Angola dipertahankan dan dikembangkan oleh Mestre Pastinha (1889-1982). Di Brasil dan berbagai negara seluruh dunia, umumnya diajarkan kedua gaya itu walaupun ada kelompok yang hanya mengajarkan Capoeira Regional atau Capoeira Angola saja.

Sekarang rakyat Brasil boleh berbangga hati melihat kesenian ini makin kencang berkibar. Apalagi setelah mendapat wadah promosi gratis di film, videoklip, dan video games.

diambildari http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0401/09/muda/790976.htm

Read More......

  © Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP