Tampilkan postingan dengan label cdo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cdo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Mei 23, 2009

TENDANGAN DALAM CAPOIRA (BASIC)


Secara umum, tendangan dalam capoeira dapat dibagi menjadi dua. yaitu tendangan lurus (langsung menuju lawan), dan tendangan yang berputar (tidak langsung tetapi ada awalan gerakannya).
berikut adalah beberapa contoh gerakan dalam capoeira yang termasuk kategori tendangan langsung menuju lawan.

PONTERIA
tendangan ini adalah tendangan yang langsung menuju lawan. gerakannya dimulai dari posisi gingga (basic of the basic move) lalu kaki yang berada di belakang langsung menendang ke depan dengan gerakan seperti huruf "U" dari bawah ke atas. dalam latihan, biasanya gerakan ini digunakan untuk meningkatkan jangkauan. lebih jelasnya silahkan saksikan video berikut.



MARTELO
tendangan ini adalah tendangan yang langsung seperti Ponteria, akan tetapi martelo bertujuan untuk menyerang lawan dari bagian samping lawan. Untuk lebih jelasnya silahkan liat video berikut.



Bencao
Berikutnya adalah bencao (baca:bensao), seperti biasa dimulai dari gingga kemudian kaki yang di belakang maju lurus ke depan. berpeda dengan ponteria, tendangan bencao tidak diayun melainkan berfungsi untuk mendorong lawan. sasaran dari tendangan bencao ini adalah dada. satu hal lagi, menurut bahasa, bencao berarti anugerah. tapi anda tidak akan merasa mendapatkan anugerah apabila salah satu bagian dari tubuh anda terkena. ;)



CHAPA

The chapa is a generic name for a range of kicks using the flat bottom of the foot. Generally a chapa, as I’ve learned it, has the player pivot like a martelo, but push out with their foot like a benção. Biar jelas liat videonya deh,... :p



Nah...berikut adalah tendangan-tendangan yang memutar, dengan tumpuan di salah satu kaki karenanya dibutuhkan keseimbangan yang baik untuk melakukannya. biasanya tendangan ini sangat digemari oleh para capoeirista. karena gerakannya yang indah dan kontak yang kuat dan mematikan...


ARMADA

langsung aja deh lihat videonya ya...cape nulisnya nih... :)




MEIA LUA DE FRENTE



QUEIXADA (kisada)



Meia LUA DE COMPASSO
Ini merupakan gerakan favorit saya. karena ini adalah salah satu tendangan paling kuat dalam capoeira. para capoeirista gemar sekali melakukannya. karena gerakannya relatif mudah dan sangat ideal untuk menyerang lawan.





Akhirnya sebagai pelaku capoeira, saya mengucapkan terima kasih pada semua yang telah membantu saya dalam berlatih. dan kepada para capoeirista lainnya, teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh.
_SALVE_

Read More......

Selasa, Mei 12, 2009

espirro mirim, genius from Fortaleza


Marcos Antonio Lopes de Sousa dilahirkan pada tahun 1964, Fortaleza, Brazil. Dia mulai berlatih Capoeira pada tahun 1979 dengan Mestre Everaldo di Fortaleza, dimana pada tahun 1981 ia terpilih menjadi capoerista terbaik di daerahnya. Pada tahun 1984 ia memutuskan untuk pindah ke São Paulo untuk berlatih dengan Mestre Suassuna. Dia diberikan pangkat Mestre (lulusan pertama) pada tahun 1991. Sejak saat itu dia telah melakukan perjalanan di seluruh dunia, mengunjungi berbagai kelompok dan mendirikan Cordão de Ouro di beberapa negara. Saat ini ia tinggal di Belanda ia mengajar kelompok di sana.


Read More......

Jumat, Mei 08, 2009

C.M. Papa leguas


Jaime de Oliveira Gontijo atau lebih dikenal dengan nama Papa-Léguas (burung unta;portugis) lahir di Patos de Minas pada 19 Juni 1981, Minas Gerais, Brazil. Dia memulai berlatih Capoeira sejak umur 14 tahun di Patos de Minas dibawah monitoring Prof. Chicote.
Pertama kali ia bercapoeira, ia bergabung dengan Grupo Afro. Tetapi setelah dua tahun ia dipindahkan ke grup Raizes - Cordão De Ouro dari Mestre Ze Paulo di Belo Horizonte, Mina Gerais.
Ditunjuk sebagai Instructor, dan sudah mempunyai kemampuan bersama para mestre pada tahun 2000 ia memutuskan untuk pindah ke London. Dengan bantuan Profesor Rilene dan Rejane dari Grup Amazonas Capoeira, dia mulai memberikan pelatihan capoeira di Inggris untuk pertama kalinya.
Kemudian ia pindah ke Burton on Trent selama 6 bulan Capoeira dimana dia mengajar di sekolah setempat. Pada tahun 2001 ia pindah lagi, kali ini ke Nottingham di mana dia mendirikan grup sendiri. Cordão De Ouro Nottingham. Karirnya mulai menanjak karena kecakapannya dalam bercapoeira dan memimpin gruponya. Cordão De Ouro Notingham (gropo capoeira pertama di inggris).
Pada tahun 2008, dia berkunjung ke Indonesia atas undangan dari “Das Ruas” capoeira bulungan. Dan mengajarkan dasar-dasar capoeira cordao de ouro. Yang tahun ini akan berafiliasi resmi menjadi cordao de ouro Indonesia.


Read More......

Rabu, Mei 06, 2009

Father Of capoeira Angola, ^PASTINHA^


Vicente Ferreira Pastinha (biasa disebut Mestre Pastinha) (April 5, 1889, Salvador, Bahia, Brasil - November 13, 1981) adalah seorang Mestre (master practitioner) dari "the Afro-Brazilian martial art Capoeira".

Putra José Señor Pastinha dan Eugenia Maria de Carvalho, dia mengenal Capoeira pada usia 8 tahun dari seorang Afrika bernama Benedito. ceritanya berawal dari seorang anak yang lebih besar dari dia yang berada di lingkungannya sering memukulinya. Suatu hari Benedito melihat keadaan Pastinha yang menderita, dan kemudian menyuruh dia untuk datang ke rumahnya karena ia akan mengajarkan kepadanya beberapa hal. setelah belajar beberapa lama, pastinha dalam pertarungan berikutnya dengan anak yang lebih besar itu dapat menang dengan cepat dan mudah sehingga anak yang lebih besar itu menjadi menyukainya.

Pastinha adalah seorang anak yang bahagia dan sederhana. Pada pagi hari ia akan mengambil kelas seni di Liceu de e Ofício sekolah dimana ia belajar melukis; emudian menghabiskan sore harinya dengan bermain layangan dan berlatih capoeira. Pastinha meneruskan latihan capoeira dengan Benedito selama tiga tahun. bersama sahabat baiknya, Jaez Ghiyas.

Kemudian, dia melanjutkan sekolahnya di "sailor school" sesuai dengan kemauan ayahnya. sekolah yang tidak mendukung hobby capoeiranya. di sekolah, dia mengajarkan capoeira pada teman-temannya. pada saat dia berumur 21, dia keluar dari "sailor school" untuk meneruskan cita-citanya menjadi pelukis profesional. di sela-sela waktu luangnya, dia diam-diam terus belajar capoeira. yang pada waktu itu masih terlarang.

Suatu hari di tahun 1941, atas undangan Aberrê (bekas muridnya) Pastinha datang ke "roda" (suatu lingkaran tempat para capoerista bertarung) hari minggu di "ladeira do Gengibirra" yang lokasinya di "bairro da Liberdade", dimana para mestre terbaik akan berkumpul. Pastinha menemui Aberrê yang memang sudah dikenal disana. Setelah menghabiskan sore disana, sorang mestre terbaik Bahia (nama sebuah grupo capoeira) bernama Amorzinho menemuinya dan memintanya untuk memegang kelas capoeira angola.

Akhirnya, Pastinha mendirikan sebuah akademi capoeira angola pertama "Centro Esportivo de Capoeira Angola". tempatnya berada di Pelourinho. Siswanya mengenakan celana hitam dan kaos kuning, kaos yang sama yang dikenakan Ypiranga Clube, klub sepak bola favoritnya.
Dia juga bergabun dengan delegasi dari "First International Festival de Artes Negras" di Dakkar, Senegal pada tahun 1966. dia berangkat bersama João Grande, João Pequeno, Gato Preto, Gildo Alfinete, Roberto Satanás and Camafeu de Oxossi.
Pastinha bekerja sebagai penyemir sepatu, penjahit, pembuat perhiasan emas, penjaga keamanan (leão de chácara) di rumah judi (casa de Jogo) dan menjadi pekerja konstruksi di Porto de Salvador finansial untuk menghidupi dirinya, sehingga dia bisa melakukan apa yang paling dicintai, untuk menjadi Angoleiro (pelaku capoeira Angola).

Sampai pada akhirnya akademi capoeira Pastinha mengaami masa-masa sulit. Pastinha semakin tua, sakit-sakitan, dan mengalami kebutaan total. Pemerintah mengatakan padanya untuk meninggalkan bangunan akademi supaya dapat direnovasi. Tapi kenyataanya tempat itu tidak pernah kembali padanya melainkan dirubah menjadi restoran dan tempat hiburan. Pastinha merasa sakit hati atas perlakuan itu padanya, tapi tak pernah merasa menyesal atas jalan hidup yang dipilihnya, menjadi seorang capoerista. Kemudian Pastinha dipindahkan tempat tinggalnya ke suatu kota (abrigo D. Pedro II - Salvador).

Setelah Pastinha menyerahkan seluruh hidupnya pada capoeira angola, ia memainkan permainan Capoeira terakhirnya pada April 12, 1981. Pastinha, pelindung dan ayah dari Capoeira Angola, meninggal dalam usia 92 tahun pada November 13, 1981. Dia bisa bertahan karena dua murid terbaiknya, João Grande dan João Pequeno yang terus berbagi "pastinha's capoeira angola" dengan dunia.

Daniel Dawson kemudian menulis :
'Pastinha was a brilliant Capoeirista whose game was characterized by his agility, quickness and intelligence (…). Pastinha wanted his students to understand the practice, philosophy and tradition of pure Capoeira Angola. As he said, "I practice the true Capoeira Angola and in my school they learn to be sincere and just. That is the Angola law. I inherited it from my grandfather. It is the law of loyalty. The Capoeira Angola that I learned - I did not change it here in my school… When my students go on they go on to know about everything. They know; this is fight, this is cunning. We must be calm. It is not an offensive fight. Capoeira waits (…). The good Capoeirista must know how to sing, play Capoeira and the instruments of Capoeira."

'Pastinha adalah seorang Capoeirista yang cemerlang yang permainannya terbentuk dari kelincahannya, kecepatannya dan kacerdikannya. Pastinha ingin siswanya untuk memahami praktek, filsafat dan tradisi murni Capoeira Angola. Sebagaimana ia berkata, "Saya berlatih Capoeira angola yang benar dan di sekolah mereka belajar untuk bisa ikhlas dan adil. Itulah filosofi angola. saya mewarisinya dai kakek saya. Inilah hukum loyalitas. The Capoeira Angola yang saya pelajari - Saya tidak mengubahnya di sekolah ini ... ketika para muridku pergi untuk mencari tahu tentang semuanya. Mereka tahu, ini adalah peperangan, ini adalah licik. Kami harus tenang. Ini bukan pertarungan menyerang. Capoeira menunggu (... ). Capoeirista yang baik harus tahu bagaimana cara bernyanyi, bermain Capoeira dan Instrumen dalam Capoeira."

Read More......

Senin, Mei 04, 2009

sejarah panjang capoeira


Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika di Brasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo.

Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat.

Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka. Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.

Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”.

Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll…; ginga adalahgerakan yang merupakan pengganti kuda-kuda dalam bela diri lain

gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.

Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé…” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).

Alhamdulillah setelah sekian lama ngefans sama capoeira dan berusaha mencari dimana dan bagaimana latihan capoeira, akhirnya berhasil menemukan Vadiar capoeira di UIN syarif Hidayatullah jakarta yang merupakan cabang dari groupo capoeira “cordao de Ouro” yang bermarkas besar di Sao Paulo dan atas bimbingan dari contra mestre papa leguas mendirikan Vadiar capoeira yang berada di jakarta dan akan segera menyusul yang lainnya di seluruh indonesia.

Read More......

  © Blogger templates 'Sunshine' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP